Dalam materi produk CR800I, bagian spesifikasi kedalaman bor biasanya ditulis dalam tiga baris: kedalaman bor referensi HTW 500 m, kedalaman bor referensi NTW 800 m, dan kedalaman bor referensi BTW 1000 m. Dalam parameter model di situs ini terdapat cara penulisan lain: BQ 1000 / NQ 800 / HQ 500, sekaligus mencantumkan coreBqM 1000, coreNqM 800, dan coreHqM 500. Kedua cara penulisan ini mengacu pada kemampuan pengeboran yang sama, hanya sistem labelnya berbeda. Urutan pembacaan tabel ini bergantung pada pertanyaan mana yang ingin dijawab terlebih dahulu.
Pastikan dulu bahwa kedua cara penulisan spesifikasi mengacu pada garis yang sama
HTW, NTW, dan BTW termasuk dalam satu rangkaian kode spesifikasi, sedangkan BQ, NQ, dan HQ termasuk dalam rangkaian lainnya. Dalam materi yang diketahui pada artikel ini, kedua kelompok sama-sama berarti "kedalaman bor referensi", dan tiga bidang coreBqM 1000, coreNqM 800, serta coreHqM 500 dalam parameter model di situs ini berkorespondensi satu per satu dengan nilai HTW 500, NTW 800, dan BTW 1000. Materi tersebut tidak menjelaskan detail konversi antara kedua rangkaian kode, juga tidak menyatakan apakah keduanya sepenuhnya identik pada semua nilai diameter. Jadi yang dapat dipastikan adalah hubungan pemasangan nilainya; kita tidak dapat menambahkan sendiri diameter inti maksimum, diameter lubang bor, atau diameter luar pipa bor yang sesuai dengan setiap spesifikasi—hal-hal itu tidak muncul dalam materi yang ada.
Jika dokumen pengadaan atau tugas desain menggunakan penulisan BQ / NQ / HQ, saat membaca tabel cukup langsung mengacu ke tiga bidang coreBqM, coreNqM, dan coreHqM, tanpa perlu mengonversi kode terlebih dahulu.
Mengapa ketiga spesifikasi tidak dapat dibandingkan secara horizontal
Hal yang paling mudah salah dibaca adalah mengurutkan tiga angka 500, 800, dan 1000 berdasarkan besarannya, lalu menganggap baris tengah sebagai kemampuan standar peralatan ini. Ketiga angka ini bukan tiga tingkat dari hal yang sama pada kedalaman berbeda, melainkan kedalaman referensi yang dapat dicapai oleh tiga spesifikasi lubang yang berbeda.

| Spesifikasi | Kedalaman bor referensi | Arah spesifikasi membesar |
|---|---|---|
| HTW | 500 m | — |
| NTW | 800 m | — |
| BTW | 1000 m | — |
Kolom "Arah spesifikasi membesar" dalam tabel tidak memiliki dasar dalam materi yang ada, sehingga dikosongkan. Yang dapat dipastikan adalah nilai pada ketiga baris itu sendiri. Semakin besar spesifikasi lubang, panjang rangkaian bor yang dapat didorong dan diangkat secara aman oleh peralatan yang sama biasanya semakin pendek, sehingga materi menuliskan 500 m pada baris HTW dan 1000 m pada baris BTW. Membacanya secara terbalik—menganggap 500 m sebagai batas atas peralatan ini dan 1000 m sebagai keunggulannya—akan salah memahami kedua ujungnya sekaligus.
Di sinilah angka 800 m dalam nama model mudah menimbulkan perbedaan penafsiran. Menurut cara penulisan materi, 800 m sesuai dengan baris NTW, bukan nilai terbesar atau terkecil di antara ketiga baris. Memahaminya sebagai "kedalaman bor referensi peralatan ini pada spesifikasi NTW" lebih mendekati maksud materi daripada memahaminya sebagai "kedalaman bor maksimum peralatan".
Tentukan baris mana yang dibaca lebih dulu berdasarkan tujuan proyek
Urutan baris dalam tabel spesifikasi kedalaman bor bersifat tetap, tetapi urutan membacanya harus ditentukan oleh tujuan proyek, bukan dibaca berurutan dari atas ke bawah.

- Jika spesifikasi inti sudah ditentukan, mulailah membaca dari baris tempat spesifikasi target berada, pastikan apakah kedalaman bor referensi mencakup kedalaman lubang rencana, lalu lihat kembali dua baris lainnya sebagai ruang penyesuaian.
- Jika kedalaman lubang sudah ditetapkan dan spesifikasi inti belum ditentukan, telusuri balik spesifikasi dari baris yang mencakup kedalaman lubang tersebut, lalu periksa apakah ukuran inti yang sesuai dengan spesifikasi ini memenuhi persyaratan pencatatan dan pengujian.
- Jika hanya melakukan eksplorasi tambahan di area tambang atau survei pendahuluan lubang dangkal, tidak perlu membaca dari baris 1000 m ke bawah; baris yang tidak terpakai cukup dibiarkan tidak digunakan.
Mengenai hubungan antara spesifikasi dan ukuran inti yang disebutkan di sini, materi hanya memberikan kode tanpa nilai diameter spesifik; dalam proyek nyata, perlu dikonfirmasi kepada produsen mengenai diameter lubang dan diameter inti yang sesuai dengan setiap spesifikasi.
Prasyarat berlakunya nilai ketiga baris ini tertulis di bagian lain materi
Ketiga baris kedalaman bor didahului kata "referensi". Kondisi lain terkait proses pengeboran dalam materi CR800I tersebar di berbagai paragraf dan perlu disertakan saat membaca tabel:
- Sudut pengeboran 45°–90°; lubang miring dan lubang hampir tegak sama-sama memengaruhi kondisi gaya pada rangkaian bor di dalam lubang, sedangkan tabel tidak memberikan kedalaman bor secara terpisah menurut sudut.
- Kecepatan putar kepala daya 0–1500 rpm, torsi gigi tinggi sekitar 300–800 N·m, torsi gigi sekitar 300–1000 N·m; rasio transmisi gigi tinggi 1:2,2, gigi rendah 1:3.
- Gaya angkat 152 kN dan gaya maju 63 kN, terkait dengan pengangkatan bor, penanganan alat bor, serta berat rangkaian bor dan gesekan dinding lubang yang meningkat pada segmen lubang dalam.
- Derek menggunakan tali kawat 6 mm, kapasitas tali 1000 m, gaya angkat 13 kN, kecepatan angkat 120 m/min; kelompok nilai ini saling terkait dengan kedalaman lubang pada pengeboran inti wireline.
- Pompa lumpur hidraulik referensi debit 100 L/min, tekanan 70 bar, menyediakan kondisi sirkulasi untuk pendinginan mata bor, pengangkutan serbuk bor, dan kestabilan dinding lubang.
- Sistem daya standar menggunakan mesin Cummins, juga dapat memilih mesin produksi dalam negeri sesuai konfigurasi, daya nominal 132 hp (97 kW), kecepatan nominal 2200 rpm, struktur turbocharger dan intercooler udara-ke-udara.
Pompa utama adalah pompa piston variabel seri A11 dengan tekanan maksimum 30 MPa; pompa bantu adalah pompa piston variabel seri A10 dengan tekanan maksimum 20 MPa. Nilai-nilai ini menggambarkan kondisi pasokan energi dan eksekusi dari sisi peralatan, tetapi materi tidak memberikan hubungan "berapa meter NTW dapat dicapai secara stabil pada formasi tertentu dan sudut tertentu".

Bagian yang tidak dijawab oleh materi
Tabel spesifikasi kedalaman bor itu sendiri adalah nilai referensi; hal-hal yang tidak dituliskan meliputi:
- Nilai diameter inti dan diameter lubang bor spesifik yang sesuai dengan setiap spesifikasi;
- Apakah kedalaman bor referensi disesuaikan pada sudut pengeboran yang berbeda;
- Bagaimana litologi dan kestabilan dinding lubang yang berbeda memengaruhi kedalaman bor referensi;
- Kombinasi alat bor dan kondisi proses apa yang digunakan untuk memperoleh nilai ketiga baris tersebut.
Oleh karena itu, tabel ini cocok digunakan untuk menilai "apakah spesifikasi target proyek berada dalam rentang kemampuan peralatan ini", tetapi tidak cocok dijadikan jaminan penyelesaian lubang secara langsung. Kedalaman pengeboran aktual, hasil pengambilan inti, dan efisiensi masih harus dinilai berdasarkan kondisi formasi, alat dalam lubang, sudut pengeboran, dan cara pengoperasian, dengan kondisi lapangan serta konfirmasi teknis peralatan sebagai acuan akhir.




















